Rabu, 02 Desember 2015

Ambo Sakka, Pelautku


Berayun- ayun, berayun- ayunlah perahumu dalam pekat terang beradu
Sunyi laut
Nyala lentera dan kail merajuk
Lemparkan jala
Terkait mantra di benang- benang udara.
Cakrawala mana lagi
Pasrah pada nasib yang tak selamanya mengerti nasib
Yang selamanya tak mengerti nasib
Kembali menikmati kicau camar di pantai
Atau pulang ke tujuan yang belum hendak dituju ?
Di haluan ada mimpi
Di buritan ada rintih
Bermain harap- harap di dayung tak henti.
Kecipak dan gemuruh rahasiamu
Sampai nanti kau dekap si kecil
Menindih isteri di gubuk pagi yang dingin
Yang menyalakan api
Yang ombak dadanya menimang gelombang kelakianmu
Tanpa merintih ....

1998

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar