Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Februari 2016

Ending

(1)
Pada giliran-Nya
Kasih merayu dari cabang- cabang puisi
Dengan kelepak yang melibas daun- daun,bunga- bunga
Menyisakan cuaca kental getah.
Pada giliran-Nya
Cinta luruh dari dinding- dinding mimpi
Tumpuki sayap-sayap patah yang dilipat kata- kata
Kesadaranku telah dikait jarum jam yang berputar tak henti


(2)
Pada gilirannya Ia merayu dari cabang- cabang puisi
Dengan kibasan- kibasan angin menajam
Memangkas tuntas daun dan bunga
Sisakan senja kental getah.
Lantas jeritan burung jantan
Layarkan gelora ke lipatan malam
Peluh merendam eranganku
Kehilangan keperkasaan

(3)
Ini hari tahun 2005
Kunang- kunang dan serangkum angin tempias jendela
Hinggapi ranting- ranting rasa
Tarian lidah api
Ketika lilin kusulut.
Ini tengah malam
Riuh terompet membaur debur
Dan lengking pilu seruling pelaut pantai surut
Batu- batu ia lontarkan dengan gemas ke ruang hampa
Tak ada yang pecah
Selain dada sendiri dan bayang fajar yang terbakar

(Empang, malam tahun baru,2005)
BACA SELENGKAPNYA ?

Di Udara Meulaboh

Kemana celoteh camar dan jerit perkasa elang jantan ?
Mengambang di senja kuyup, kelepak terkatup atas patahan cabang dan ranting di bubungan kota tenggelam.
Segala suara lagi menyusun talqin buat jiwa manusia
Dan bulan permaafan samar berkabut.
Di lipatan malam yang menebal
Mata bocah menerawang kuyu
Layari air mata bunda dan bapa
Yang bilurnya bola-bola keimanan yang gelisah
(dan mudah pecah)

Empang, 2005

BACA SELENGKAPNYA ?

Sajak Perubahan 3

Batinku sudah jadi rimba
Sayap pun terentang bebas di sana
Menginsyafi musim yang senantiasa hidupkan cuaca dengan kegelisahan sempurna;
Bulu gugur
Bulu tumbuh
Hijau keringnya ilalang, semak belukar,bebungaan dan kerapatan pokok- pokok bebuahan.
Jiwaku tak akan lagi nelangsa, bahkan di lipatan berlapis- lapis kabut. Di sini beterbangan kunang- kunang
Hinggap damai di sorot mata dan hembusan nafas serigala mengintip nyawa.
Tiada pula kecemburuan (serupa dulu)
Demi bangkai singa dan belatung yang bermain- main di taringnya, demi matahari yang gagal berkaca pada telaga
yang berhampar rumpun daun talas.
Akulah katak yang berenang riang di keteduhan.
Pengertian, semangat dan siasat
Sudikah kau hiasi dengan cinta ?
Akan terus kuimpikan kau jadi penjelajah
Yang pandai memancing kemesraan
Dari anganku yang gulita
Dan sulur- sulur durinya yang meraja
Penjerat tubuh indahmu
Sampai nafas penghabisan.

Empang,2005
BACA SELENGKAPNYA ?