Aku datang lalu diludahi TuhanTiba- tiba tak mampu menentang mukamu yang ingin kusatukan dengan mukaku dalam hamburan nafas lelaki
Tangan Tuhan membelalakkan mata
Tertikam sinar rembulan di wajahmu yang menindih kerlip lilin di mukaku
Yang kusembunyikan dalam tunduk pelan- pelan.
Oh, sesaat lagi bakal tercampak juga.
Maka aku pulang menikmati sunyi lilin yang masih sempat kubanggakan
Setidak- tidaknya tak ada yang melihat aku menggelinjang
Ketika mukaku meleleh ....
2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar