Ini ruangBantal berserakan
Sprei kusut dan robek bekas berontak ubun dari mimpi- mimpi buruk
Kapuknya sekian gumpal menyumbat dada.
Ini kamar dinding biru tanpa hiasan
Sandaran pelukis cemas yang tak puas mengotori kanvas
Jadi sketsa patah- patah
Membayang tingkah bermasa
Sekali nyembul kepala raksasa
Kucing haus tepi laut.
Ini ruangku yang pasrah
Menyadari ketak ketik mesin jiwa
Melayari keniscayaan
Muara itu- itu saja.
Sampai ngambang ke angkasa
Ikut kelepak fatwa moyang ;
"potongan rusuk kita akan merupa
jemari lentik pancuran arak
bibir ranum berlapis perekat daging kurma
dada sintal tempat tak bakalan takut ajal !!!"
Oh, buaian yang malang
Tempat yang selalu beraroma kemenyan ....
1997
Tidak ada komentar:
Posting Komentar