Kamis, 24 Desember 2015

Jangan Paksa Aku !

Kau bangun para- para angin
Biji rimba tahu cuaca, Ibu
(Sampai petang ini, kau terpaku di akar- akar bakau)
Iramanya pantai
Mengunyah mimpi yang tersandar di sudut gelombang
Mengunyah sayap- sayap yang melanggar awan, ditarik liang belukarnya
(Sampan tinggallah nyawa
Diusung buih sisa badai
Prahara angan kita
Diayun- ayun layar malam)
Sudahilah di rumah cinta
Sekalah percikan hujan di kaca jendela
Sama- sama merenda sisi rembulan
Sama- sama damai dihibur ketukan- ketukan puisiku
Yang telah membalok nadanya
(Tinggal nanti
Dengan separuh nafasmu
Kunyanyikan di lidah- lidah musim)

2002

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar