
Takbir menangkup langit
Beradu hitam awan menggantung
Menampar sunyi membelit
Muka- muka murung.
Nafas meriak atas bumi yang sunyi
Damaikan nurani yang sepi di tepi
Berulang sajadah mengibas debu
Luruh berkaca di lantai masjid yang jarang disentuh.
Tuhan pun boleh bertanya
"takkah nama-Ku diseru-sendu sementara ?
sementara lidah lelah mengaduh, meraung di ganas- hempas badai musim hujan ini ?
Ia berhak mencibir
Pada kita yang jinak sebulan
Liar sebelas bulan.
1998
Tidak ada komentar:
Posting Komentar