MalamLelaki buka jendela
Sayap- sayap destroyer kipasi bara langit
Lalu atmosfir terbakar mortir
Cerita pun jatuh di jantung kota, di lembah- lembah
Sepi
Terpelanting.
Angin terpenjara
Laut menambat kapal
Gemuruh 45 menggapai- gapai cakrawala
Sunyi di garis pertemuan berjarak
Bumi melepas uap
Awan jauh menabur pengap.
Sendiri di sudut gudang
Merapal warna bendera ditindih gulita
Lafaskan kumal makna
Selimuti karat senapan.
Sirine hari tujuh belasan
Bakal menembaki nyawa pejuang negeri.
2001
Tidak ada komentar:
Posting Komentar