Rimba paling luas yang hidupkan auman singa, tajam-kilatkan taring serigala, sembul-kuatkan duri- duri belukar racun, pelindung kanibal- kanibal yang bersekutu dengan dingin sepi cuaca
Maka keberanian adalah bahasa langkah kita yang ingin jadi penjelajah.
Tak cukup doa selamat terlipat dalam niat
Tak cukup gertak dipasak dalam kehendak merentak
Tak cukup parang dihunus dalam garang yang sah memilin usus
Tak cukup ketinggian akal kemanusiaan dalam cengkeraman gulita yang tahu apa itu manusia
Maka keberanian yang luar dari biasalah demi keniscayaan tak selalu terjajah
Muncratlah darah
Muncratlah darah
Lepas jiwa dari raga
Lepas bebas dalam kata terpaksa.
Reformasi kata orang adalah taman surga
Dibikin oleh tangan suci
Ditata spesial buat hati- hati putih, yang taubat dan melepas diri dari gulita
Tempat sekelompok pengunjung terkesima dengan mekar dan harum kedamaian.
Kawanan burung hinggap bernyanyi menyusun sarang
Kupu- kupu tebar pesona di putik sari, menebar jaring simbiose mutualisme yang masya Allah
Bocah- bocah pun riang telanjang mandi di telaga tanpa takut terkena polusi, diculik atau diperkosa
Tempat rasa ingin menetap selamanya, lupa bahwa bukan mereka pemiliknya.
Reformasi adalah matahari
Suara diam Tuhan yang senantiasa mengeluhkan bumi
Menyalakan bunga- bunga gorden jendela rumah kita di pagi ngantuk
Penghangat dingin yang bersekutu dengan selimut, mimpi yang ingin memanjang, dan udara yang malas memanas.
Reformasi adalah matahari
Jari- jari tangan Tuhan yang sebarkan amanat kasih semesta
Yang mampu menyusup sampai sumsum tulang belulang kita yang tak boleh rematik.
Reformasi haruslah jadi matahari
Tanda indah kekuasaan satu bintang
Yang tak pelit membagi cahaya pada bulan, pada semesta benda- benda angkasa
Demi terangnya siang malam penghuni kolong langit.
2002

Tidak ada komentar:
Posting Komentar