Beruntunglah kita yang menyalami malam, menyelami malam, Anakku SastraHening dalam desau angin dingin, riuh derik jangkrik, kelepak burung hantu, lolong anjing yang mengaku melihat setan.
Damailah kita yang berjaga di kegelapan, pada hewan- hewan nokturnal yang menunggu dan menunggui gulita. Kau, sulutluh sumbu lelehan lilin.
Beruntunglah, damailah kita yang berdamai dengan malam, lalu esok menimang- nimang kepingan bintang di kaca jendela dini hari
Tanpa sempat jadi serigala
Mengoyak- ngoyak selimut udara
Mengangkangi merah rembulan di hutan- hutan persembunyian.
2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar