Selamat datang tahun baruSelamat menyalami jari- jari ombak nurani yang terlilit sulur pancaroba
Selamat menyesali kehadiran yang nyatanya dijamu pecahan- pecahan bom
Pecahan- pecahan dada.
Barusan turun hujan
Sebentar sekali
Jadilah meluap keluhan musim terbakar
Memanas fantasi yang tersekap dalam fikiran
Halaman- halaman nasib berapi.
Amerika menggeliat-geliat dalam leletan lidah obor teror
Arab menghambur-hamburkan pasir gurun membara
Pasar modal Asia merupa lilin
Meleleh di atas sulutan korek api dunia
Indonesia megap- megap terjerang imbas dalam takdir muara tak terjangkau
Sumbawa menggambar sketsa petani jagung yang menunggui tungku
Sebab jagung tak kan pernah terhasilkan di tanah kering ini.
Selamat datang tahun baru
Selamat mengipas- ngipas atmosfir kami yang berbau
Di sana pula bisa telah menguap dari bumi tahun 2001.
Duh, kipasan- kipasan bara itu pasti segera menampar aroma alkohol
Nafas lalu prostitusi
Serakan kartu remi
Pasti pula mengusir cepat gas- gas beracun
Kontaminasi unsur ekstasi.
Semuanya adalah bekas pembakaran kesadaran kami yang semakin akrab
Berkumpul mencari jawaban atas musim kerontang ini pula
Sebab besar kemungkinan
Tuhan malas menurunkan kesejukan di atas semesta yang telah diairi miras
Dicekoki desah WTS, berhampar rumah- rumah judi, tertutup kabut narkotik.
Ya selamat datang tahun baru
Mungkin
Kami dan harimu bakal lebih menyatu.
2002
Tidak ada komentar:
Posting Komentar