Kamis, 24 Desember 2015

Valentin Teh



Setiap malam aku datang bawa dingin
Kau lekas menata meja
Teh hangat depan mata.
Setiap malam pula manis telagai dada
Dilingkupi bunga- bunga kaca yang sembunyikan ampas dasar gelas
Dan uap yang sadarkan udara tentang sesuatu yang baru terjerang.
Keranjinganlah aku setiap malam
Mengaduk- aduk wajahmu dalam tidur
Sampai jadi mimpi yang biasanya menampung banyak minyak
Untuk selalu kukirim ke dapur papamu.

2003

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar