Setiap malam aku datang bawa dinginKau lekas menata meja
Teh hangat depan mata.
Setiap malam pula manis telagai dada
Dilingkupi bunga- bunga kaca yang sembunyikan ampas dasar gelas
Dan uap yang sadarkan udara tentang sesuatu yang baru terjerang.
Keranjinganlah aku setiap malam
Mengaduk- aduk wajahmu dalam tidur
Sampai jadi mimpi yang biasanya menampung banyak minyak
Untuk selalu kukirim ke dapur papamu.
2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar