(Rutinitas Indonesia, 2000)
Sunyi hari ini, angin diam dan angkasa membaraTerlampau kelu buat berucap
Sunyi tanah ini, muka tunduk dan tangan bersedekap
Tak bergerak buat sejenak.
Orang- orang menatap jasad saudaranya yang pelan- pelan ditimbun
Menimbun bara
Lalu berarak melemparkannya ke tubuh- tubuh lain.
Sunyi hari esok, angin bisu dan angkasa menyala
Terlampau lelah buat mengeluh
Sunyi tanah esok, muka luluh dan jari terkepal
Tak sabar menahan gerak.
Hantu- hantu menatap jasad sepi yang cepat- cepat dikubur
Mengubur gelora
Lalu berhamburan melayarkannya ke jantung- jantung kota.
2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar