Jumat, 25 Desember 2015

Sajak- sajak


(1)
Pintu jendela terkunci
Lampu mati, bulan menggeletar cahaya di serambi jantung
Maling mana berkerudung, menyusupi cuaca malam
Mengintip ruang rumah papa ?
Aku biarkan ia menjarah mimpi- mimpi.

(2)
Sayap-sayap menggeletar dalam musik yang datang gemetar
Di dada
Ujungnya tasbih mengirim senyum pada Tuhan
Inikah purnama yang hilang dari sketsaku sejak empat lima bulan lalu ?
Biarlah warna paling cemerlang merenda lukisanku malam ini
Dan gelap menerbangkan diri dari selimut hatinya yang putih.

(3)
Kau sodorkan kopi manis
Aliran pun jadi
Belum kubiarkan gelombang
Aku ingin dua tiga jam lagi
Duduk berdua seperti ini
Sebab ada yang meriak
Dan itu masih berdentang- denting dalam cangkir rasa
Semoga tak pecah
Dan kepulangan pahit kembali

2003

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar