Kamis, 24 Desember 2015

Surat Penyair


(Kepada Dinullah Rayes)

Kata tak bakal sepi
Mesra sandari tapak tangan kita
Tempat urat alirkan darah pancaroba.
Hujan mengguyur di koran kota
Sampai lembah terjauh
Sejuk candai sungai mati
Jadi sari manis di akar- akar bidara
Jadi sari manja bocah- bocah gua.
Terik menjala badai harian
Keringlah tubuh- tubuh kuyup
Nyawa asmara menambat rakit di batang pisang
Terseret banjir bandang.
Kata tak lagi sia- sia
Merimbun di tangkai- tangkai jari nurani
Tak lagi kering di gudang- gudang tua
Tempat tua
Perangkai hiasan keranda semesta.

2001

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar