Sabtu, 06 Februari 2016

Aku dan Tuhan


Pada akhirnya lahan kacangku porak poranda dibaling- balingi badai
Tinggal ranting- ranting runcing menuding langit
Tajam mengiris bayang- bayang bernas
Ada yang pelahan datang sodorkan serangkum angin
Yang setengah jam lalu mengumpulkan uap air dan gumpalkan mendung
Menggesek-gosokkan cuaca jadi lintasan api dan gemuruh

"Besok ada berjuta buah dari lahan lain !"
Air mata ini tak sanggup menjadi kaca kehadiran itu
Selain menitiki bayang- bayang badan yang tiba- tiba mengawang- awang.

Empang 2003

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar