Sabtu, 06 Februari 2016

Sajakku Malam Ini

Sajakku malam ini mengitari api, liukan asap dalam koran terbakar
Dan semesta mata yang pedih menyimak berita saudara di seberang
Yang memuja sunyi di pulau gulita
Yang menanam batin di batu- batu gua
Yang menjelma Calonarang, kesurupan di hamparan pecahan Legian
Yang jiwanya Syiwa, mengombak ketenangan nurani dewata
Yang sepinya gagak putih, mengepakkan aroma bangkai dan berkicau nyaring di pucuk kamboja
Melayarkan nama ilahi dalam aliran air mata anak- anak bumi kehilangan, dalam gelegak darah, dalam ayunan harga manusia
Dalam perahu kesumat yang tak berdayung, yang tak berlayar.

Sajakku malam ini merayapi embun menebal kaca jendela hati
Yang tak terang lagi merengkuh dunia luar
Yang tak peka menatap wajah Tuhan yang bermain dalam udara kamar sendiri.

Orang- orang menggigil benamkan diri dalam mimpi basah
Uap kemarau merambati resah buat susupkan bunga belukar dari ladang- ladang kering.

Orang- orang menarik pelatuk kemarahan
Berjuta manusia ditikam keharusan mati yang tak mesti.

Sajakku malam ini
Mengakrabi rintihan negeri terkasih.

Empang, 2003

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar