Rabu, 16 September 2015

MAKALAH BUDAYA


MEMBANGUN MASYARAKAT EMPANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL ;
TINJAUAN PERAN ELEMEN PEMIMPIN DAN MASYARAKAT

Oleh Manja Sus

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa
disampaikan dalam
Diskusi “Membangun Masyarakat Empang Berbasis Kearifan Lokal ;
Tinjauan Peran Elemen Pemimpin dan Masyarakat
Empang, 23 Agustus 2012


1. Pendahuluan
Adalah keharusan bagi kita masyarakat Empang untuk senantiasa melakukan evaluasi diri terhadap perubahan- perubahan yang telah diperbuat dan kemajuan- kemajuan yang telah dicapai setiap waktu. Hasil evaluasi diri tersebut sejatinya menjadi acuan untuk lahirnya gagasan- gagasan yang mendorong  perubahan dan kemajuan yang lebih positif  di masa yang akan datang.
Salah satu contoh gagasan yang telah lahir, mengemuka dan hari ini akan kita diskusikan adalah gagasan membangun masyarakat Empang berbasis kearifan lokal, dengan memperhatikan peran pemimpin dan masyarakat Empang sebagai dua faktor  yang menentukan pencapaiannya.
Kami sebagai nara sumber akan mencoba melontarkan pemikiran pribadi  terkait gagasan ini dalam sebuah makalah sederhana, yang kami harapkan akan  menjadi tambahan referensi kita bersama dalam sesi diskusi.
Untuk mendapatkan kesamaan pemahaman dan runtutnya pembahasan, makalah ini diawali dengan definisi kearifan lokal dan segi- segi kearifan lokal masyarakat Empang, yang dilanjutkan dengan signifikansi kearifan lokal dalam pembangunan masyarakat Empang, upaya- upaya yang harus dilakukan untuk membangun masyarakat Empang berbasis kearifan lokal, serta diakhiri dengan tinjauan peran elemen pemimpin dan masyarakat Empang dalam pelaksanaannya.

2. Definisi Kearifan Lokal dan Segi- segi Kearifan Lokal Masyarakat Empang

a. Definisi Kearifan Lokal
Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka.
Kearifan lokal merupakan sesuatu yang berkaitan secara spesifik dengan budaya tertentu (budaya lokal) dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu (masyarakat lokal). Dengan kata lain, kearifan lokal bersemayam pada budaya lokal.
Kebudayaan lokal mencakup tujuh unsur, yakni bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, dan kesenian. Namun demikian, sifat-sifat khas kebudayaan hanya dapat dimanifestasikan dalam unsur-unsur terbatas,  terutama melalui bahasa, kesenian, dan upacara. Unsur-unsur yang lain sulit untuk menonjolkan sifat-sifat khas kebudayaan lokal.

b. Segi- segi Kearifan Lokal Masyarakat Empang
Mengacu pada uraian definisi di atas, kita dapat menyatakan bahwa kearifan lokal masyarakat Empang dibangun oleh kebudayaan lokal Empang.
Sebagai bagian dari wilayah Sumbawa, maka jelas kebudayaan lokal Empang mewakili karakteristik umum kebudayaan Sumbawa, baik dari segi bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi maupun kesenian.

3. Signifikansi Kearifan Lokal Empang dalam Pembangunan Masyarakat Empang

Kearifan lokal Empang yang terdapat dalam budaya lokal Empang sangat penting artinya dalam upaya membangun masyarakat Empang.
Di dalam budaya lokal Empang terdapat gagasan-gagasan, perilaku-perilaku, dan artifak-artifak (material atau benda- benda hasil kebudayaan) yang mengandung nilai-nilai yang berguna dan relevan bagi pembangunan masyarakat Empang. Pada  setiap segi kebudayaan lokal Empang yang telah disebutkan dapat dipastikan mengandung nilai-nilai yang relevan dan berguna bagi pembangunan masyarakat Empang.
Relevansi dan kebergunaan itu terdapat misalnya dalam hal-hal sebagai berikut.
a. Bentuk-bentuk seni tradisi yang berkembang dalam suatu kebudayaan lokal Empang tidak semata-mata diciptakan untuk memenuhi kebutuhan estetis, tetapi untuk memenuhi kepentingan-kepentingan yang didasarkan pada alasan religius, mitos, mata pencaharian, dan integrasi sosial.
b. Nilai budaya dan norma dalam kebudayaan lokal Empang tetap dianggap sebagai pemandu perilaku yang menentukan keberadaban masyarakat Empang, seperti kebajikan, kesantunan, kejujuran, tenggang rasa, dan sebagainya.
c. Teknologi masyarakat Empang beserta teknik-tekniknya dalam praktik dianggap merupakan keunggulan yang dapat dipersandingkan dan dipersaingkan dengan teknologi yang dikenal dalam kebudayaan lain.
d. Suatu rangkaian tindakan upacara yang berkembang dalam masyarakat Empang tradisi tetap dianggap mempunyai makna simbolik yang dapat diterima meskipun sistem kepercayaan telah berubah. Upacara tradisi juga berfungsi sebagai media integrasi sosial.
e. Permainan tradisional dan berbagai ekspresi kesenian rakyat  masyarakat Empang mempunyai daya kreasi yang sehat, nilai-nilai kebersamaan, dan pesan-pesan simbolik keutamaan kehidupan.

4. Upaya Membangun Masyarakat Empang Berbasis Kearifan Lokal

Sejalan dengan perubahan sosial kultural yang demikian cepat, sebagian kebudayaan lokal Empang yang menyimpan kearifan lokal telah tergerus oleh kebudayaan global. Oleh karena itu, perlu ada revitalisasi budaya lokal (kearifan lokal) yang relevan untuk membangun masyarakat Empang.
Untuk merevitalisasi budaya lokal Empang diperlukan adanya strategi politik kebudayaan dan rekayasa sosial dengan pembuatan dan implementasi kebijakan yang jelas. Salah satu di antaranya adalah adanya peraturan daerah tentang pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya lokal Sumbawa secara umum dan budaya lokal Empang secara khusus,  yang dapat menjadi payung hukum dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan budaya oleh dinas-dinas atau lembaga-lembaga terkait dan masyarakat Empang sendiri.
Langkah- langkah strategis yang perlu dilakukan untuk merevitalisasi budaya lokal Empang untuk membangun masyarakat Empang berbasis kearifan lokal adalah :
a. Inventarisasi dan Pengkajian Kearifan Lokal Empang
Tidak semua kearifan lokal yang terdapat dalam budaya lokal Empang telah diketahui oleh masyarakat Empang. Oleh karena itu, dalam membangun masyarakat Empang berbasis kearifan lokal perlu dilakukan inventarisasi, dokumentasi, dan pengkajian terhadap budaya lokal Empang untuk menemukan kearifan lokal yang bermanfaat bagi upaya membangun masyarakat Empang.
Selama ini, upaya  inventarisasi, dokumentasi dan pengkajian budaya lokal Empang masih sangat minim. Tulisan- tulisan atau buku- buku yang menggali budaya lokal Empang tidak pernah kita temui. Pemerintah harus mulai memikirkan untuk memacu masyarakat Empang menggali, mengkaji, mendokumentasikan dan mempublikasikan segala segi budaya lokal Empang guna menjadi referensi masyarakat Empang sendiri.
b. Forum Komunikasi Pemikiran Budaya
Pemerintah Kabupaten Sumbawa maupun Pemerintah Kecamatan Empang tidak harus menyelenggarakan sendiri segala upaya pembangunan masyarakat Empang berbasis kearifan lokal. Berbagai elemen masyarakat juga memiliki tugas dalam kegiatan tersebut. Demi tercapainya cita-cita luhur yang harmonis diperlukan berbagai forum dialog. Prakarsa untuk memulai forum ini dapat dilakukan  oleh pemerintah dengan melibatkan elemen-elemen di luar birokrasi pemerintahan seperti organisasi- organisasi atau sanggar- sanggar seni budaya. Diskusi yang terselenggara hari ini merupakan contoh forum yang kami maksud.

Langkah-langkah strategis sebagaimana telah diuraikan di atas diharapkan akan membentuk suatu kesadaran kultural yang pada gilirannya akan membentuk ketahanan kultural pada masyarakat Empang. Kesadaran dan ketahanan kultural  menjadi pilar yang sangat kuat untuk membangun masyarakat Empang yang berbasis kearifan lokal.


Manja Sus
Penulis adalah:
Mantan Anggota DPRD NTB



Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar