
Aorta sama tersumbat
Darah sama dibendung cuaca
Maka ampuni aku, Nazar.
Suratmu mengirim beku rumah- rumah salju
Selimut api dan dingin nyawa kutub serta riuh halusinasi beruang koyak dada
Suratku melempar pengap gubuk- gubuk kumuh
Dibakar bara kalatida dan mimpi buruk uap kemarau menebal di kaca rayband angkasa.
Kata dendammu menegas kesumat pada serdadu- serdadu tak dikenal
Keluh bisuku asmara maya di bawah injakan orang- orang yang kemarin duduk di satu meja.
Luka sama menganga
Nanah sama menggumpal dada
Kau dengar
Gagak mengakak di atas batang padi yang luruh
Dan tak layak kukirim buah hampanya ke jiwa laramu.
2001
Tidak ada komentar:
Posting Komentar